God’s Road
Jalan Tuhan, saya meyakini hal ini ada dan selalu ada. Bagi Anda yang pernah mengharap kebaikan dari kehidupan, bisa berbentuk kekayan maupun kesuksesan dalam berbagai bidang, maka apa yang Anda harapkan itu telah mewujud menjadi realitas yang tidak terpikirkan sebelumnya. Ada dua hal yang dapat terlihat bagi Anda yang berharap saat harapan Anda mewujud: sama dengan yang Anda harapkan atau lebih baik.
Benarkah demikian?
Quran surat pertama dan kedua hingga ayat 5 memberi jawaban sejelas saat Anda membaca ayat-ayat suci tersebut. Buku ini disusun berdasarkan inspirasi ayat-ayat tersebut dan pengalaman yang dilalui oleh saya sendiri dan orang-orang yang saya kenal dan mereka yang telah terinspirasi oleh apa yang saya ucapkan mengenai kehidupan.
Dimulai dengan memohon perlindungan dari segala keburukan, hal-hal negatif dari realitas dan ilusi yang ada di sekitar umat manusia: Aku (sedang) berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Ada yang mengatakan ini bukan bagian dari ayat surat pertama Quran. Tapi bagi setiap orang yang hendak membaca Quran diharuskan membaca ayat ini.
Dalam kehidupan kita, seperti Anda tahu, setiap saat disuguhi hal-hal negatif: berita-berita mengerikan baik di televisi, koran majalah atau obrolan sehari-hari. Kita juga disuguhi pesimisme global tentang kehidupan yang makin suram. Inilah energi negatif yang kita mohonkan kepada Tuhan agar dijaga dari keburukan itu semua.
Cara menjaga diri dari energi negatif ini sangat sederhana, matikan televisi, jangan baca koran, tidak membicarakan hal buruk. Dalam hukum ruang, setiap ruang tidak pernah kosong dia selalu terisi sesuatu. Demikian juga dengan pikiran perasaan dan hati manusia. Bila kita mengosongkan diri kita dari sesuatu maka kekosongan itu akan segera terisi oleh sesuatu yang lain. Inilah yang harus Anda lakukan untuk menghasilkan efek postitif dari ayat perlindungan ini, yaitu mengosongkan diri dari hal negatif dan mengisinya dengan hal positif dalam diri Anda. Ketimbang membicarakan keluh kesah, akan lebih baik memandang ke depan melihat peluang yang perlu diperjuangkan. Dari pada terpuruk meratapi nasib yang kian melarat, lebih baik bangkit dan bergabung dengan orang-orang yang bervisi sama tentang hidup, yaitu segalanya lebih baik dan lebih mudah.
Bagaimana menemukan orang yang memiliki visi hidup lebih baik dan lebih mudah dan bersikap optimis dalam menjalani keseharian? Gampang. Katakan pada diri Anda seperti doa dalam ayat di atas, Aku berlindung dari kenegatifan hidup yang terkutuk itu. Maka niscaya Anda akan menemukan orang-rang yang bervisi sama dengan Anda.
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, inilah basmalah, yang maknananya amat mengagumkan. Untuk memulai segala sesuatunya kita disarankan untuk membaca ayat ini. Mengapa demikian. Inilah positifisme hidup yang diajarkan oleh Allah. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukan maha penyiksa lagi maha perkasa. Bukan kekuatan dan ketangguhan, tapi kasih sayang.
Apa yang perlu dilakukan berdasarkan ayat ini? Bersikaplah dengan penuh kasih sayang bagi kehidupan. Be positif!
Memulai segala sesuatu dengan kasih sayang, tanpa kecurigaan, tanpa negatifisme, akan memberi kedamaian bagi jiwa kita yang sejatinya menyukai kasih sayang. Ketentraman sejati akan Anda dapatkan bila anda memandang segala sesuatunya berdasarkan kasih sayang, bukan kebencian. Ingat ayat di atas, Anda berlindung dari negatifisme dan kini Anda mengisi diri dengan positifisme. Kasih sayang.
Setelah menyedari diri Anda masuk pada wilayah positif dari kehidupan dan pikiran dan hati Anda merasakan sisi positif dari ayat basmalah, maka dilanjutkan dengan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan: Segala puji milik Allah; Tuhan (yang mengurus) semesta raya.
Berterima kasih atas anugerah sekecil apapun akan membuat Anda semakin siap untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar lagi. Jangan berharap mendapatkan yang lebih baik, bila Anda tidak bersedia berterima kasih. Dan berterima kasihlah karena Anda telah menjadi manusia yang memiliki kesadaran akan keberadaan Yang Maha Kuasa atas semesta raya.
Bayangkan saja, Anda telah tahu bahwa Tuhan Anda adalah yang paling berkuasa atas segala sesuatu dalam kehidupan dunia ini, Ia bis melakukan papun pada khidupan Anda dan Anda tinggal meminta kepada-Nya. Sesungguhnya Anda kini telah memiliki energi positif yang lebih besar lagi, bahkan Maha Dahsyat, karena ia adalah enegri Tuhan, yang Mengurus semesta raya ini untuk Anda.
Dan Anda tahu Bahwa Tuhan yang meraksa semesta raya ini Dialah yang memiliki kasih sayang tertinggi: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mengapa kasih dulu baru sayang. Inilah pelajaran penting yang harus diresapi oleh mereka yang ingin kaya ataupun sukses, yaitu, kasih dulu baru sayang. Berikanlah apa yang dapat Anda berikan pada yang Anda anggap perlu dikasih, dan setelah itu jangan mengungkit sedikitpun dari apa yang telah anda berikan pada mereka yang anda kasih, tapi sayangilah mereka dengan mengangkat mereka dari pola pengemis menjadi pola kreatif positif.
Kita cenderung meremehkan orang lain yang kita kasih yang kita beri derma yang kita bantu, kita menganggap mereka sebagai beban dan tanggungan yang tidak berharga. Kita cenderung lupa, setelah memberi mengabaikan mereka. Atau kalau pun ingat yang diingat hanyalah apa yang kita beri, sehingga muncul sikap menyakiti dengan mengungkit-ungkit jasa kita pada mereka yang kita beri. Ini bukan ajaran Tuhan. Ini bukan jalan Tuhan menjadi kaya. Yang perlu anda lakukan berdasarkan ayat ini adalah: Kasihi mereka dan sayangi mereka. Jadikan mereka bagian dari kehidupan yang lebih baik bukan dijerusmuskan menjadi pengemis atau menetapkan mereka sebagai kemiskinan yang harus dihapuskan. Kemiskinan tidak dapat dihapus, ia hanya bisa diangkat ke derajat yang lebih tinggi, menuju kemakmuran.
Memberi dengan memaki hanya membuat kita semakin sengsara dalam kehidupan ini dan menjadikan kita semakin kikir. Berilah dia, sayangilah. Jaga dan tumbuhkanlah semangat mereka yang Anda kasihi itu sehingga mereka bisa bangkit dengan optimisme yang telah tertanam melalui ayat-ayat sebelumnya.
Kasih sayang saja bagi manusia kadang tak cukup. Karena kita kadang membutuhkan rasa aman, dan Tuhan menjawabnya dengan: Yang menguasai hari pembalasan.
Hari itu adalah hari akhir, yang segala keputusan akan diambil oleh Sang Khalik. Allah. Dan ingatlah, karena Allah maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka Anda tidak perlu kuatir akan hukum yang korup ataupun tidak adil. Kekuasaan yang ada pada Tuhan adalah kekuasaan kasih sayang.
Ini pula penggambaran utuh untuk dilakukan oleh manusia, yaitu, kekuasaan yang diperlukan oleh umat manusia adalah kekuatan atau kekuasaan yang berdasarkan kasih sayang. Yang dipertimbangkan atas kasih dan sayang. Bukan ambisi pribadi ataupun kepentingan sesaat yang malah menjerumuskan kita pada kesengsaraan hidup yang lebih dalam. Kekuasaan tanpa kasih dsayang hanya akan menghasilkan derita panjang umat manusia.
Karena kita tahu, Allah berkuasa di hari akhir, maka dengan ketulusan jiwa diajarkan dalam surat ini, kepada-Mu [ya Allah] kami menyembah, dan kepada-Mu [ya Allah] kami meminta pertolongan.
Senin, 17 Desember 2007
Langganan:
Postingan (Atom)